PM Modi Diambil Sumpah untuk Masa Jabatan Kedua, PM Pakistan Tak Diundang

Perdana Menteri India Narendra Modi hari Kamis (30/5) diambil sumpahnya masa jabatan kedua dalam satu upacara yang gemerlap di Istana Kepresidenan di New Delhi. Kemenangannya yang luar biasa besar dalam pemilihan belum lama ini memastikan kedudukannya sebagai pemimpin terkuat India dalam puluhan tahun.

Di antara delapan ribu undangan yang duduk di halaman depan istana yang luas terdapat para pemimpin delapan negara umumnya di Asia seperti Bangladesh, Bhutan, Nepal, Sri Lanka dan Myanmar. Kehadiran mereka menggaris-bawahi prioritas Perdana Menteri Modi memfokuskan perhatian pada jiran India sementara China membuka jalan masuk ke sana.

Namun, India tidak mengundang pemimpin Pakistan hadir dalam acara itu. Setelah operasi militer demi kepentingan nasional, India tidak mengundang Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, menyimpang dari lima tahun lalu ketika di antara undangan terdapat Perdana Menteri Nawaz Sharif.

Analis menafsirkannya sebagai tidak ada kemungkinan kedua negara yang berseteru itu segera melakukan pembicaraan damai. Hubungan antara keduanya memanas menyusul serangan bunuh diri di Kashmir-India Februari lalu yang membawa kedua negara ke pinggir jurang konflik.

“Pemerintah kami akan melakukan segalanya untuk mempertahankan persatuan dan integritas. Keamanan nasional adalah prioritas,” kata Modi lewat twiter setelah memberi penghormatan pada Tugu Perang yang baru diresmikan Kamis pagi sebelum ia mengambil sumpah jabatan.

Modi yang berumur 68 tahun memimpin partainya Bharatiya Janata menuju kemenangan yang jauh lebih besar daripada pada tahun 2014. Sebaga putra penjual teh ia sering mendapat perhatian karena asalnya yang sederhana.

“Orang berharap ia akan mengatasi masalah pengangguran, agraria, tetapi kita tidak tahu bagaimana ia mengatasinya” kata Rahul Verma analis politik pada Center for Policy Research di New Delhi. Tidak ada kejelasan menuju pemulihan, tambahnya.

Masa jabatan ke-2 Modi juga akan disorot untuk mengetahui apakah pemerintahannya dapat memulihkan kepercayaan di kalangan masyarakat minoritas seperti Muslim. Pada masa jabatannya pertama terjadi perlonjakan dalam kejahatan kebencian terhadap masyarakat tersebut. (al)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan