Pejabat Menhan AS, Menhan Korea Selatan Lakukan Pembicaraan di Seoul

Pejabat Menteri Pertahanan Amerika Pat Shanahan melakukan pembicaraan dengan menteri pertahanan Korea Selatan, Jeong Kyeong-doo di Seoul hari Senin (3/6), hanya beberapa minggu setelah Korea Utara meluncurkan misil jarak pendek. Terlepas dari aksi Korea Utara itu, Amerika dan Korea Selatan ingin ketegangan dengan Korea Utara rendah.

Presiden Trump setahun lalu menggemparkan dunia dengan melakukan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan membatalkan latihan militer bersama skala besar Amerika-Korea Selatan di semenanjung Korea.

Sekarang kedua negara melakukan latihan militer bersama dalam skala kecil. Dan Menteri Pertahanan Pat Shanahan mengatakan perubahan selama setahun terakhir tidak merugikan kemampuan militer Amerika untuk bertempur seandainya Korea Utara menyerang.

Shanahan mengatakan, “Saya yakin kita siap apabila diperlukan baik itu kekuatan operasional maupun postur.”

Peluncuran misil jarak pendek yang dilakukan Korea Utara bulan lalu mengancam ketenangan di semenanjung Korea.

Masyarakat internasional termasuk Amerika mencap peluncuran itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Tetapi presiden Trump mengatakan peluncuran itu tidak banyak mengganggunya.

Pakar mengatakan itu karena ujicoba misil jarak pendek itu tidak menjadi keprihatinan utama Amerika. Melainkan lebih banyak pesan dari Kim Jong Un setelah Presiden Trump meninggalkan pembicaraan terbaru dengan Kim di Hanoi tentang denuklirisasi.

Michael O’Hanlon, pakar pertahanan di Brookings Institution mengatakan, “Korea Utara mencoba mencari cara untuk memisah Amerika dari Korea Selatan dan China untuk mendapatkan perhatian Trump dalam upaya mendobrak kemacetan dalam perundingan.”

Lebih lanjut, O’Hanlon mengingatkan jika ujicoba itu gagal mendapat reaksi yang diharapkan dari Washington, Korea Utara bisa melanjutkan ujicoba nuklir atau misil jarak jauh. (al)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan