Transpuan Meninggal dalam Tahanan Imigrasi AS

Seorang transpuan atau transgender perempuan yang sejak April berada dalam tahanan imigrasi Amerika, meninggal pada 1 Juni setelah dirawat di rumah sakit karena sakit pada dada empat hari sebelumnya, kata pejabat Amerika mengukuhkan kepada VOA, Senin (3/6), setelah media sosial memberitakan kematiannya.

Pejabat imigrasi pertama kali bertemu Johana Medina Leon dari El Salvador pada 11 April di Gerbang Masuk Paso Del Norte di Texas, menurut Penegakan Imigrasi dan Cukai Amerika (ICE).

Perempuan usia 25 tahun itu ditolak masuk dan diproses sebagai “deportasi segera” ketika ia mengajukan permohonan masuk ke Amerika di gerbang masuk itu, demikian dijelaskan badan itu dalam pernyataan yang dikirim ke VOA.

Medina Leon dijadwalkan segera dipulangkan ke negara asalnya El Salvador. Tetapi pada 18 Mei, menurut ICE, ditemukan bahwa Medina mengalami ketakutan yang kredibel dan positif. Ini adalah satu langkah pertama dalam mengajukan suaka.

Sepuluh hari kemudian, ia meminta tes HIV. Hasilnya, positif. Ia mengeluh sakit dada, dan dibawa ke rumah sakit El Paso pada hari yang sama. Ia meninggal pada 1 Juni.

Meskipun ICE tidak menginformasi penyebab resmi kematian, pernyataan badan tersebut menyiratkan bahwa masalah kesehatan mengindikasikan kematian Medina Leon.[ka]

Leave a comment

Tinggalkan Balasan