Trump Berikan Penghormatan kepada Pasukan Sekutu dalam Perang Dunia II

Presiden Amerika Donald Trump hari Rabu (5/6) memberikan penghormatan kepada para anggota militer Amerika dan sekutu yang ikut menyelamatkan Eropa dari Nazi Jerman dalam kunjungannya di Eropa.

Trump bergabung dengan Ratu Elizabeth II dan Perdana Menteri Theresa May di Pangkalan Angkatan Laut Portsmouth, yang digunakan sebagai pusat pemberangkatan utama bagi pasukan yang akan mendarat di Normandie, Perancis.

Kesempatan ini merupakan yang pertama dari dua acara untuk memperingati 75 tahun D-Day yang akan dihadiri oleh Trump minggu ini. D-Day adalah hari pendaratan besar-besaran pasukan sekutu di Normandie pada hari Selasa, 6 Juni 1944 dalam perang Dunia II.

Legiun Kerajaan Inggris telah membawa sekitar 300 veteran, berusia 91 hingga 101 tahun, ke upacara di Portsmouth itu, di mana pasukan sekutu berangkat ke Normandie pada tanggal 5 Juni 1944. Setelah peragaan terbang rendah oleh Angkatan Udara Kerajaan dan hormat dari Angkatan Laut Kerajaan, para veteran itu akan dibawa kembali ke pantai-pantai pendaratan dalam semalam, persis seperti yang mereka lakukan 75 tahun yang lalu.

Salah seorang veteran itu adalah Harold Wilson yang terkejut ketika ada keluarga muda Perancis berhenti untuk berterima kasih kepadanya karena telah membebaskan negara mereka ketika para tentara tua itu mengunjungi Dunkirk pada hari Selasa.

Acara yang menjadi awal dua hari serangkaian peringatan ulang tahun D-Day itu dimaksudkan sebagai penghormatan kepada pasukan yang membentuk sejarah dalam misi berbahaya untuk mencapai pantai Normandie dan bertarung di Prancis yang diduduki Jerman.

Presiden Trump mengatakan dalam konferensi pers hari Selasa (4/5) bahwa dia bersyukur atas sambutan hangat yang diterimanya dari keluarga kerajaan dan perdana menteri karena – dalam kata-katanya – “Kita mengenang para pahlawan yang menyerahkan nyawa mereka untuk menyelamatkan peradaban manusia.” Dia mengesampingkan protes terhadap kunjungannya, dan menggambarkan ribuan orang yang berdemonstrasi di London sebagai “protes kecil.”

Trump telah menggunakan pidatonya untuk menekankan ikatan yang telah lama terjalin antara Amerika Serikat dan Inggris. Dia mencatat bahwa lebih dari 1,5 juta pasukan Amerika ditempatkan di Inggris sebelum invasi pada D-Day. (lt)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan