Penyintas Serangan Pasukan Keamanan Sudan Jelaskan Aksi Brutal

Jumlah korban tewas akibat serangan hari Senin (3/6) terhadap demonstran pro-demokrasi oleh pasukan pemerintah Sudan naik menjadi sedikitnya 60 pada hari Rabu, menurut para dokter yang terkait dengan para demonstran.

Kini, muncul rincian tentang apa yang tampaknya merupakan serangan brutal dan terkoordinasi terhadap para pengunjuk rasa di Khartoum pusat, dan mereka yang berusaha membantu yang terluka.

Dewan Militer Transisi yang berkuasa di Sudan telah mengklaim pasukan keamanan yang menggerebek lokasi protes utama hari Senin hanya menindak unsur-unsur kriminal di antara para demonstran, tetapi korban di Rumah Sakit Royal Care yang dirawat karena luka-luka mereka menceritakan kisah lain.

Pada hari Selasa, Voice of America memperoleh akses langka ke rumah sakit Royal Care, di mana banyak korban selamat dari serangan itu telah menjalani perawatan.

Para saksi mata dan penyintas menuduh Pasukan Dukungan Cepat (RSF) bertanggung jawab atas serangan itu. RSF – yang terkenal karena kebrutalannya – terdiri dari milisi dari Darfur yang dipimpin oleh wakil kepala Dewan Militer Transisi yang berkuasa, Mohamed Hamdan Dagalo.

Polisi juga telah dituduh mengambil bagian dalam serangan itu, tetapi sebagian saksi mengatakan mereka adalah pasukan RSF yang mengenakan seragam polisi, berdasarkan aksen dan perilaku mereka. (lt)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan