Pemilu di Kazakhstan: Ratusan Demonstran, Termasuk Wartawan, Ditangkap

TPS-TPS di seluruh Kazakhstan sudah ditutup, sementara polisi menangkap ratusan demonstran dan sejumlah wartawan, ketika negara itu melangsungkan pemilu presiden lebih cepat dari perkiraan semula. Mantan Presiden Nursultan Nazarbaez yang dikenal otoriter diperkirakan akan memenangkan pemilu ini dengan mudah.

Lebih dari 100 demonstran di Lapangan Astana di kota Almaty, kota terbesar di Kazakhstan, ditangkap ketika mereka menyerukan pemboikotan pemilu presiden yang diikuti oleh enam calon presiden yang sudah disetujui pemerintah secara hati-hati dan satu calon lainnya yaitu Qasym-Zhomart Togaev.

Koresponden RFE/RL melaporkan sekitar 500 demonstran menggelar aksi unjuk rasa menentang pemerintah di dekat Istana Pemuda di ibukota Nur Sultan, yang diberi nama sesuai mantan presiden sebelumnya.

Polisi menangkap 100 demonstran di ibukota itu, termasuk sejumlah wartawan lokal dan internasional yang sedang meliput jalannya pemilu. Wartawan RFE/RL Siaran Kazakhstan Pyotr Trotsenko termasuk diantara mereka yang ditangkap, meskipun dibebaskan tak lama kemudian.

Wakil Menteri Dalam Negeri Marat Qazhaev mengatakan kepada wartawan, sekitar 500 “elemen berpandangan radikal” ditangkap di Almaty dan di ibukota karena melangsungkan “demonstrasi tanpa ijin.” Sebelumnya ia mengatakan bahwa penangkapan dilakukan “untuk menegakkan aturan dan ketertiban.”

Yang menarik sekelompok kecil pendukung pemerintah yang juga berdemonstrasi di lokasi yang sama diijinkan menjalankan aksinya. (em)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan