Trump, Lopez Obrador Puji Kesepakatan Soal Migrasi

Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador memuji kesepakatan untuk mengurangi arus migran dari Amerika Tengah ke perbatasan Amerika-Meksiko. Itu adalah perjanjian yang menyebabkan Trump menangguhkan ancaman pengenaan tarif terhadap ekspor Meksiko ke Amerika Serikat.

Wartawan VOA Michael Bowman melaporkan dari Washington, di mana banyak legislator dari fraksi Republik menyatakan kelegaan mereka, sementara legislator dari fraksi Demokrat menantang klaim kemenangan Trump.

Presiden Amerika Donald Trump menunjukkan kegembiraannya melalui cuitan di Twitter. Ia menulis, “Semua orang sangat gembira mengenai perjanjian baru dengan Meksiko!” “Sekarang akan ada kerjasama hebat antara Meksiko dan Amerika Serikat, sesuatu yang tidak eksis selama puluhan tahun.”

Di Tijuana, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador memuji perang dagang yang berhasil dihindarkan.

Presiden Lopez Obrador mengemukakan, “Kami menyambut perjanjian penting tersebut karena ini adalah situasi yang sangat sulit dan akan sangat canggung untuk menerapkan tarif terhadap sejumlah produk Amerika, langkah yang sama, pembatasan perdagangan mirip dengan apa yang akan diberlakukan terhadap ekspor Meksiko.”

Perjanjian itu menyerukan Meksiko untuk berpatroli dengan lebih baik lagi di perbatasan selatannya dengan Guatemala dan untuk menahan migran pencari suaka sementara kasus mereka diperiksa di Amerika Serikat.

Dalam suatu pernyataan, pemimpin mayoritas di Senat Mitch McConnell mengatakan kesepakatan itu adalah “kabar baik, bahwa keluarga-keluarga Amerika tidak akan terpukul oleh kenaikan harga yang akan disebabkan oleh tarif baru terhadap impor dari Meksiko.” McConnell juga mendesak pengucuran lebih banyak dana untuk operasi di perbatasan Amerika-Meksiko, menuduh kalangan Demokrat berlambat-lambat dan terlibat dalam permainan politik.

Sementara itu fraksi Demokrat menyatakan tindakan Trump sendiri telah memperburuk krisis migran dan bahwa kesepakatan dengan Meksiko bukanlah berkat keahlian diplomasi Gedung Putih.

Beto O’Rourke, seorang kandidat calon presiden dari Partai Demokrat, dalam acara televisi ABC This Week mengemukakan, “Presiden benar-benar telah membesar-besarkan apa yang dia anggap telah dicapai. Ini adalah perjanjian yang telah dibuat Meksiko, dalam beberapa hal, beberapa bulan silam. Secara umum, presiden tidak mencapai sesuatupun kecuali membahayakan hubungan dagang paling penting yang dimiliki Amerika Serikat. Ada enam juta lapangan kerja di negara ini yang bergantung pada perdagangan Amerika-Meksiko.”

Bagi migran Amerika Tengah, perjalanan berbahaya ke Amerika Serikat diperkirakan akan menjadi semakin sulit.

Reyna Vazquez, migran asal Hondurs di Meksiko, mengatakan, “Semua orang harus memikirkan tentang alasan yang menyebabkan kami bermigrasi dan meninggalkan keluarga kami, negara kami dan datang ke negara lain. Alih-alih menutup pintu, mereka seharusnya memberi kami kesempatan untuk memperlihatkan bahwa kami adalah orang-orang yang menginginkan pekerjaan. Satu-satunya yang kami inginkan adalah masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dan keluarga kami.”

Sebagian menyatakan mereka tidak akan terhalang. Sebagaimana dikemukakan Josue Arenal, migran Honduras di Meksiko sebagai berikut.

“Kalian dapat menutup perbatasan, kalian dapat membangun seribu tembok dan seribu tembok akan diseberangi. Melalui darat, melalui udara, mereka akan selalu dapat masuk. Donald Trump dapat melakukan apapun yang ia kehendaki.”

Migran yang tiba di perbatasan Amerika-Meksiko melampaui 100 ribu per bulan, termasuk jumlah anggota keluarga dan anak-anak di bawah umur tanpa pendamping yang jumlahnya mencapai rekor. [uh]

Leave a comment

Tinggalkan Balasan