PM Jepang Berharap Redakan Ketegangan AS-Iran dalam Kunjungan ke Teheran

PM Jepang Shinzo Abe melawat ke Teheran dalam usaha untuk meredakan ketegangan antara AS dan Iran. Kunjungan Abe itu menandai kunjungan pertama seorang PM Jepang yang sedang menjabat dalam 40 tahun sejak Revolusi Islam.

Banyak pengamat menilai kunjungan Abe tidak bisa dipastikan akan membuahkan hasil yang diinginkan, namun diharapkan dapat membantu membuka jalur dialog antara AS dan Iran.

Abe dijadwalkan akan bertemu Presiden Iran Hassan Rouhani, dan pemimpin Agung Ayatulah Ali Khamenei.

Perdamaian di Timur Tengah sangat dibutuhkan Jepang yang kebanyakan impor minyaknya berasal dari sana. Jepang sebelumnya membeli minyak dari Iran, namun kini terpaksa berhenti karena sanksi-sanksi dari Amerika. Ancaman Iran baru-baru ini untuk menutup Selat Hormuz — salah satu jalur utama pengapalan minyak — meningkatkan kekhawatiran Jepang.

Iran mengancam akan melanjutkan program pengayaan uraniumnya hingga ke tingkat yang bisa dimanfaatkan untuk senjata nuklir pada tanggal 7 Juli jika sekutu-sekutu Eropa tidak menawarkan ketentuan-ketentuan baru yang meringankan Iran terkait kesepakatan nuklir.

Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan, ia ingin berdialog dengan Teheran, AS memberlakukan sanksi-sanksi yang menjatuhkan secara signifikan nilai mata uang riyal dan ekspor minyaknya. AS juga mengirim sebuah kapal induk dan sejumlah pesawat pembom B-52 beserta ratusan tentara untuk memperkokoh kekuatan puluhan ribu tentara AS yang berada di Timur Tengah.

AS menuding Iran melangsungkan serangan terhadap tanki-tanki minyak di lepas pantai Uni Emirat Arab, sementara para pemberontak dukungan Iran di Yaman terus melancarkan serangan pesawat nirawak terkoordinasi terhadap Arab Saudi. (ab)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan