Seorang Anak di Uganda Tewas akibat Ebola

Seorang anak di Uganda telah meninggal karena Ebola, dalam kasus lintas perbatasan pertama virus itu sejak wabah dimulai di negara tetangga, Republik Demokratik Kongo setahun yang lalu.

Mengutip menteri kesehatan, kantor Organisasi Kesehatan Dunia

(WHO) di Uganda, melaporkan kematian anak laki-laki usia 5 tahun Rabu (12/6). WHO pertama kali melaporkan kasus tersebut pada hari Senin.

Pada konferensi pers, Senin, Menteri Kesehatan Dr. Jane Ruth Aceng mengatakan anak itu telah dibawa ke Rumah Sakit Kagando di Uganda barat setelah ia dan beberapa anggota keluarganya menyeberang dari DRC.

Aceng mengatakan Uganda bekerja sama dengan badan-badan internasional untuk mencegah penyebaran penyakit mematikan itu.

“Kementerian Kesehatan, WHO dan Pusat Pengendalian Penyakit telah mengirim tim tanggap cepat ke Kasese untuk mendukung tim-tim di lapangan serta melanjutkan berbagai kegiatan termasuk pelacakan kontak dan pengelolaan kasus. Kementrian Kesehatan , WHO dan CDC akan melakukan vaksinasi terhadap orang-orang terkait kasus dan petugas kesehatan di garis depan yang tidak divaksinasi serta pekerja lain mulai 14 Juni 2019,” kata Aceng.

Aceng mengatakan Uganda secara keseluruhan telah mengkonfirmasi tiga kasus Ebola. Ia mendesak warga Uganda untuk bekerja sama dengan para pejabat kesehatan guna mencegah penyebaran virus yang sering mematikan ke bagian lain negara itu.

WHO dan mitra-mitranya kesulitan mengatasi wabah di Kongo timur, kadang-kadang menghadapi perlawanan dari penduduk setempat yang tidak mempercayai petugas kesehatan.

WHO mengatakan virus itu telah menewaskan hampir 1.400 orang di kawasan itu sejak Agustus tahun lalu. (my/jm)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan