Aktor Peter Fonda Meninggal pada Usia 79 Tahun

Peter Fonda, bintang film terkenal Amerika dari era tahun ‘60 dan ‘70-an meninggal dunia hari Jumat di rumahnya di Los Angeles, California, karena penyakit kanker paru-paru.

Fonda terkenal dengan filmnya berjudul “Easy Rider” yang dibuat tahun 1969. Film itu dengan sangat baik mencerminkan gerakan anti-establishment yang sedang meluas. Dalam film itu Peter Fonda memperoleh nominasi Oscar, meski tidak memenangkannya.

Peter Fonda adalah putra bintang film Henry Fonda dan adik aktris Jane Fonda.

Film “Easy Rider”, di mana Peter Fonda ikut menulis skripnya mendorong dimulainya apa yang dikenal sebagai zaman baru di Hollywood dan munculnya produsen film independen. (ii)

Meksiko akan Minta AS Ekstradisi Penembak Massal di El Paso

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador hari Jumat (16/8) mengatakan, Meksiko tidak ingin penembak massal yang menewaskan 22 orang di el Paso, termasuk delapan warga Meksiko, dijatuhi hukuman mati, dan mungkin akan minta supaya ia diekstradisi ke Meksiko.

Penembak yang berumur 21 tahun itu, Patrick Crusius kemungkinan bisa menghadapi hukuman mati di Amerika.

Namun Presiden Obrador mengatakan, walaupun perbuatan Crusius itu “tercela dan menjijikkan,” Meksiko tidak menghendaki ia dijatuhi hukuman mati.

“UUD kami tidak mengenal hukuman mati. Kami tidak menghendaki hukuman mati berdasarkan keyakinan kami. Hukuman penjara seumur hidup juga tidak ada di Meksiko,” kata Obrador dalam sebuah wawancara pers.

“Saya telah mengeluarkan instruksi untuk melihat apakah kami bisa minta supaya orang itu diekstradisi ke Meksiko,” tambahnya.

“Kami ingin supaya hukuman baginya menjadi pelajaran. Karena kejahatan yang dilakukannya sudah disiapkan sebelumnya serta adanya faktor-faktor pemberat lainnya, ia bisa dihukum penjara di Meksiko selama lebih dari 50 tahun,” kata Obrador. (ii)

AS Serukan Penyitaan Kapal Supertanker Iran

Pemerintah Amerika hari Jumat (16/8) memerintahkan penyitaan kapal supertanker Iran Grace1 atas tuduhan adanya usaha Iran untuk “mengakses sistem keuangan Amerika, untuk mendukung penjualan minyak ke Suriah,” kata pernyataan Departemen Kehakiman.

Seruan Amerika itu dikeluarkan satu hari setelah pemerintah Gibraltar membebaskan kapal Iran itu. Tidak jelas siapa yang akan melakukan penyitaan itu.

Surat perintah Amerika itu mengatakan, kapal Grace1, dengan seluruh minyak yang dibawanya dan uang sebesar 995 ribu dollar bisa disita karena melanggar “Undang-undang Darurat Kekuatan Ekonomi Internasional”.

Iran, sebagai pemilik kapal juga dituduh melakukan penipuan bank, pencucian uang dan kegiatan teroris.

Hari Jumat (16/8) pagi para pejabat Iran mengatakan kapal itu sudah siap akan berlayar meninggalkan Gibraltar. Wakil kepala Organisasi Pelabuhan Iran, Jalil Eslami mengatakan, kapal Grace1 itu akan diganti namanya dan menggunakan bendera Iran, sebelum berlayar.

Kantor berita AFP mengatakan kapal itu sedang menunggu kedatangan awak kapal yang baru sebelum meninggalkan Gibraltar. (ii)

Gedung Putih Isyaratkan Kemajuan Penting dalam Perundingan dengan Taliban

Gedung Putih hari Jumat (16/8) mengisyaratkan adanya kemajuan penting dalam usaha mencapai perdamaian dengan Taliban guna menghentikan perang yang telah berlangsung 18 tahun itu.

Kata juru bicara Gedung Putih, pembicaraan yang diadakan Presiden Trump dengan para pembantu utamanya berjalan “sangat baik,”

Trump bertemu dengan Menteri Pertahanan Mark Esper, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Ketua Kepala Staf gabungan, Jenderal Joseph Dunford di Bedminster, New Jersey, tempat peristirahatan Trump.

Juga hadir dalam pertemuan itu utusan khusus AS soal Afghanistan, Zalmay Khalilzad.

Pembicaraan dipusatkan pada perundingan yang sedang berjalan untuk mencapai perdamaian dan rekonsiliasi antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

“Pertemuan berjalan sangat baik dan perundingan dengan Taliban akan terus dilanjutkan,” kata wakil juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley.

Kalau dicapai perjanjian damai itu, Amerika akan bisa mulai menarik pasukannya dari Afghanistan, yang kini berjumlah 14 ribu orang.

Amerika telah menghabiskan dana lebih dari satu trilyun dolar dalam perang di Afghanistan, dan Trump mengatakan sejak menjadi Presiden bahwa ia akan menarik pulang pasukan itu. (ii)

Kapal Tanker Iran yang Dibebaskan Masih Berada di Gibraltar

Kapal supertanker Iran masih berada di pelabuhan Gibraltar walaupun telah dibebaskan oleh pemerintah setempat.

Tidak jelas kapan kapal Grace1 itu akan keluar dari pelabuhan. Kapten kapal yang berkebangsaan India mengatakan lewat pengacaranya ia tidak mau menjadi kapten kapal itu lagi.

Mahkamah Agung Gibraltar hari Kamis (15/8) mengatakan kapal itu dibebaskan dari tahanan, hanya beberapa saat setelah Amerika melancarkan usaha baru supaya kapal itu terus ditahan.

Penundaan itu bisa memungkinkan Amerika menggunakan tindakan hukum lain untuk mencegah kapal itu meninggalkan Gibraltar. Kapal Grace1 membawa 2,1 juta minyak mentah dari Iran, ketika direbut oleh pasukan khusus Inggris tanggal 4 Juli, karena dicurigai sedang membawa minyak untuk Suriah.

Hari Kamis pemerintah Gibraltar mengatakan telah mendapat jaminan dari Iran bahwa minyak itu tidak akan dikirim ke Suriah.

Pemerintah Iran, sebagai pembalasan, telah menahan kapal tanker Inggris Stena Impero tanggal 19 Juli, ketika kapal itu sedang belayar di Selat Hormuz. (ii)