Polda Papua Tak Tambah Pasukan untuk Kejar Pelaku Pembunuhan Briptu Hedar

Kepolisian Daerah Papua tidak akan menambah pasukan untuk mengejar kelompok bersenjata (KKB) pelaku pembunuhan Briptu Hedar, tapi tetap mengintensifkan pencarian.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. AM Kamal, dalam wawancara dengan VOA di Polda Papua, di Jayapura, Jumat (16/8).

“Tidak ada (penambahan pasukan), meski Ilaga itu kabupaten baru, belum ada polres. Hanya ada penguatan-penguatan dari Polda Papua,” ujar Kamal.

“Kami tetap melakukan pencarian. Alhamdulillah di sana ada rekan-rekan TNI sehingga komunikasi terbangun,” kata Kamal sambil menambahkan pasukan TNI membantu pencarian di beberapa titik di mana anggota KKB sering melintas.

Seperti diberitakan beberapa media, Briptu Hedar, anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua, disandera dan dibunuh oleh sekelompok orang, diduga KKB, di Puncak, Papua, pada Senin (12/8/2019). Saat kejadian, Hedar sedang melakukan penyelidikan dalam penyamaran di Kabupaten Puncak Jaya bersama seorang rekannya.

Pada hari kedua setelah insiden, polisi sempat ke lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat melakukan olah TKP, tim polisi juga sempat ditembaki oleh sekelompok, ungkap Kamal. Polisi berupaya mengejar para pelaku, namun tidak berhasil karena kendala alam yang menyulitkan.

Menanggapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta polisi untuk menyerang balik pelaku penembakan Briptu Hedar, Kamal mengatakan prinsipnya bukan serang-menyerang, tapi polisi memang harus melakukan penangkapan saat terjadi kejahatan pembunuhan.

Kamal mengakui kondisi geografis Papua dan jaringan komunikasi yang kurang memadai menyulitkan upaya pengejaran.

“Jaringan (komunikasi) susah. Kami sendiri saja untuk komunikasi mengalami kendala, terlepas dari kondisi alam yang terjal dan berbukit-bukit tinggi,” kata Kamal.

Kesanggupan Bupati Nduga Jaga Keamanan

Kamal juga menanggapi seruan dari berbagai kelompok masyarakat dan Bupati Nduga Yairus Gwijangge untuk menarik pasukan TNI dan polisi dari Nduga untuk mengakhiri konflik dengan KKB di wilayah tersebut.

“Apakah bupati menjamin situasi tetap kondusif, tidak ada pembantaian dan sebagainya terhadap siapa pun?” tanya Kamal.

“Minta maaf ini, kelompok-kelompok yang meminta TNI-Polri keluar dari Nduga, tolong pikir dan cermati. TNI-Polri hadir di sana memberikan pengayoman kepada masyarakat,” tambahnya.

Seperti diketahui, TNI dan Polri menggelar operasi militer di Nduga sejak awal Desember 2018 menyusul penyerangan dan pembunuhan puluhan pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan proyek jembatan.

Menurut kelompok-kelompok HAM, kehadiran personel Polri dan TNI mengusik ketenangan warga yang masih trauma dengan kehadiran militer sejak peristiwa Mapenduma pada 1996. Konflik yang berkepanjangan antara TNI, Polri, dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat –Organisasi Papua Merdeka mengakibatkan masyarakat kesulitan mengakses layanan kesehatan dan pendidikan.

Situasi aman, kata Kamal, juga akan mendukung pembangunan di daerah.

“Pemerintah pusat memikirkan bagaimana Nduga dan distrik-distrik sampai ke Kabupaten Jayawijaya bisa tersambung dengan Baik. Bagaimana mobilisasi masyarakat bisa lebih baik, ekonomi bisa baik,” tuturnya.

Perluasan Pelayanan

Kamal menegaskan kehadiran TNI-Polri di suatu tempat juga bertujuan untuk memberi pelayanan kepada masyarakat, seperti untuk pengurusan administratif. Misalnya, pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), yang biasanya diperlukan untuk melamar pekerjaan.

Contohnya, di Papua baru ada 23 polres untuk melayani 28 kabupaten dan satu kota.

“Ini juga menjadi concern, yaitu bagaimana memberikan perluasan pelayanan kepada masyarakat. Misalnya, membuat SKCK. Masak membuat SKCK harus terbang ke Wamena,” ujar Kamal. [ab/au/ft]

Tidak Banyak Majikan Diminta Pertanggungjawaban dalam Penggerebekan Imigrasi AS

Penggerebekan imigrasi di AS mengarah pada penangkapan 1500 lebih imigran tanpa dokumen yang bekerja di pabrik dan tempat kerja lainnya tahun lalu. Tetapi rata-rata hanya sekitar 15 pengusaha per tahun yang menghadapi tuntutan pidana karena memperkerjakan pekerja tidak berdokumen.

Sebagaimana dilaporkan oleh VOA, Brian Padden, baik pendukung maupun penentang pembatasan imigrasi yang lebih ketat berpendapat bahwa penggerebekan majikan yang sedikit itu tidak banyak berpengaruh untuk mencegah imigrasi ilegal karena pengusaha tidak diminta pertanggungjawabannya.

Agen-agen Kantor Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS baru-baru ini menggerebek tujuh pabrik pemrosesan tanaman pertanian di negara bagian Mississippi, menangkap sekitar 680 imigran gelap yang bekerja secara tidak sah di pabrik tersebut.

Namun hanya sedikit dari perusahaan-perusahaan ini yang majikannya kemungkinan akan didakwa karena melanggar undang-undang federal mengenai mempekerjakan warga asing secara ilegal karena biasanya sulit membuktikan perusahaan mengetahui pekerjanya berada di Amerika secara ilegal.

Hukuman untuk merekrut pekerja yang tidak berdokumen berkisar mulai dari $100 per pelanggaran hingga $10.000 dan hingga enam bulan penjara untuk berbagai pelanggaran.

Kelompok-kelompok anti imigrasi mengatakan kurangnya penegakan keras terhadap pemilik bisnis untuk menghentikan insentif utama bagi imigrasi ilegal yaitu pekerjaan.

“Kita menyerang bagian lain. Kita tidak menyerang akar masalah,” kata Kevin Lynn.

Banyak perusahaan menggunakan sistem E-Verify, program sukarela pemerintah yang memeriksa status hukum pekerja. Meski demikian bahkan para pembela pro bisnis mengakui sistem itu memiliki kekurangan karena dokumen-dokumen palsu seringkali tidak diperiksa sementara pada saat yang sama memberi alasan hukum kepada majikan untuk mempertahankan tenaga kerja mereka.

“Teori utama saya mengenai E-Verifikasi adalah itu tidak berhasil dan satu-satunya alasan mengapa populer karena politisi bisa tampak tangguh ketika mendesak penerapannya, namun tahu itu tidak akan membahayakan ekonomi lokal,” jelas Alex Nowrasteh dari Cato Institute.

Kelompok-kelompok hak imigran keberatan para pekerja migran diperlakukan sebagai penjahat. Pendukung pro bisnis menginginkan imigrasi hukum diperluas untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di AS

“Kebijakan utama yang kita butuhkan adalah memungkinkan pekerja dengan keterampilan menengah ke bawah bisa datang ke negara ini secara legal untuk bisa bekerja dalam jangka waktu tertentu dan kemudian bisa kembali ke negara asal mereka,” lanjutnya.

Para pendukung anti imigrasi membantah ada kekurangan tenaga kerja, namun hanya tidak bersedia membayar upah sepantasnya kepada pekerja, dan ingin pemilik bisnis menghadapi denda lebih besar dari pada denda sesekali karena mempekerjakan imigran tidak berdokumen.

Para pengecam imigrasi dan para aktivis sepakat bahwa langkah-langkah penegakan hukum tidak efektif, namun tetap tidak ada konsensus mengenai bagaimana mereformasi sistem tersebut. [my/jm]

Lelaki Bersenjata Ditangkap Setelah Lukai 6 Polisi Philadelphia

Polisi di kota Philadelphia menangkap seorang tersangka pada Kamis dini hari (15/8), setelah kebuntuan berjam-jam yang membuat enam polisi mengalami luka tembak yang tidak mengancam jiwa mereka.

Seorang juru bicara mengatakan setelah polisi membawa tersangka ke tahanan, polisi kemudian menggeledah rumah di kawasan Nicetown, tempat lelaki bersenjata tersebut membarikade diri.

Situasi tersebut dimulai hari Rabu (14/8) sewaktu seorang polisi mendatangi alamat tersebut untuk menyerahkan surat perintah penangkapan.

Dua polisi terperangkap di dalam rumah bersama dengan tersangka pelaku selama lebih dari empat jam sebelum mereka dievakuasi dengan aman.

Pihak berwenang berusaha berkomunikasi dengan lelaki bersenjata itu, termasuk dengan meneleponnya berkali-kali, tetapi disebutkan bahwa ketika menjawab telepon, lelaki itu tidak berkata apapun.

Juru bicara polisi mengatakan keenam polisi yang mengalami luka tembak telah keluar dari rumah sakit setempat pada Rabu malam. Satu polisi lagi dirawat karena luka-luka akibat kecelakaan mobil yang terkait dengan situasi tersebut.

Tembak menembak itu mendorong penutupan Kampus Ilmu Kesehatan di Temple University. “Kunci pintu. Diam. Jangan bergerak. Polisi sedang menanggapi,” cuit universitas tersebut. [uh/ab]

Tuduhan Pelecehan Seksual, 2 Gedung Opera AS Batalkan Pertunjukkan Placido Domingo 

Dua gedung opera di Amerika telah membatalkan pertunjukan oleh penyanyi tenor kenamaan Placido Domingo karena adanya tuduhan pelecehan seksual, tapi gedung-gedung opera di Eropa malahan mendukungnya atau mengambil sikap wait-and-see.

Philadelphia Orchestra dan San Francisco Opera mengumumkan akan membatalkan pertunjukan Domingo. Sedangkan Los Angeles Opera mengadakan penyelidikan setelah kantor berita Associated Press melaporkan adanya sejumlah perempuan yang menuduh Domingo melakukan pelecehan seks terhadap mereka dalam kurun waktu puluhan tahun.

Tapi di Eropa tidak ada gedung opera yang membatalkan pertunjukan oleh Domingo yang berumur 78 tahun itu. Para pejabat opera mengatakan tidak ada tuduhan resmi yang dikenakan pada penyanyi terkenal itu, dan tidak ada penyelidikan resmi yang bisa digunakan sebagai alasan untuk membatalkan kontrak mereka dengan Domingo.

Sembilan belas dari 24 rencana pertunjukan yang akan diadakan sampai November tahun depan akan dilangsungkan di Eropa. [ii/pp]

Obat Baru Bisa Sembuhkan TBC dalam 6 Bulan

Para pejabat kesehatan Amerika, Rabu (14/8), menyetujui obat TBC baru, yang apabila digabung dengan dua obat lainnya, bisa menyembuhkan penyakit menular yang mematikan itu.

Obat baru itu, Pretomanid, dikembangkan oleh organisasi nirlaba TB Alliance.

Studi menunjukkan apabila digunakan bersamaan dengan dua obat lainnya, Pretomanid bisa menyembuhkan 90 persen penderita TBC yang resisten terhadap pengobatan yang ada saat ini.

Studi itu juga menunjukkan, campuran ketiga obat tadi bisa menyembuhkan TBC dalam waktu enam bulan, dan juga bisa mencegah penularan bakteri itu hanya dalam beberapa hari.

Pengobatan TBC saat ini biasanya mengharuskan penderita minum banyak pil selama berbulan-bulan dan harus mendapat suntikan yang menimbulkan rasa sakit tiap hari.

Pengobatan cara itu bisa berlangsung sampai dua tahun, dan kata dokter banyak pasien yang berhenti menjalani pengobatan atau meninggal sebelum sembuh.

Penyakit TBC membunuh sekitar 1,6 juta orang tiap tahun dan ditularkan oleh bakteri yang lepas ke udara ketika penderita batuk atau bersin. [ii/pp]