Meksiko akan Minta AS Ekstradisi Penembak Massal di El Paso

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador hari Jumat (16/8) mengatakan, Meksiko tidak ingin penembak massal yang menewaskan 22 orang di el Paso, termasuk delapan warga Meksiko, dijatuhi hukuman mati, dan mungkin akan minta supaya ia diekstradisi ke Meksiko.

Penembak yang berumur 21 tahun itu, Patrick Crusius kemungkinan bisa menghadapi hukuman mati di Amerika.

Namun Presiden Obrador mengatakan, walaupun perbuatan Crusius itu “tercela dan menjijikkan,” Meksiko tidak menghendaki ia dijatuhi hukuman mati.

“UUD kami tidak mengenal hukuman mati. Kami tidak menghendaki hukuman mati berdasarkan keyakinan kami. Hukuman penjara seumur hidup juga tidak ada di Meksiko,” kata Obrador dalam sebuah wawancara pers.

“Saya telah mengeluarkan instruksi untuk melihat apakah kami bisa minta supaya orang itu diekstradisi ke Meksiko,” tambahnya.

“Kami ingin supaya hukuman baginya menjadi pelajaran. Karena kejahatan yang dilakukannya sudah disiapkan sebelumnya serta adanya faktor-faktor pemberat lainnya, ia bisa dihukum penjara di Meksiko selama lebih dari 50 tahun,” kata Obrador. (ii)

AS Serukan Penyitaan Kapal Supertanker Iran

Pemerintah Amerika hari Jumat (16/8) memerintahkan penyitaan kapal supertanker Iran Grace1 atas tuduhan adanya usaha Iran untuk “mengakses sistem keuangan Amerika, untuk mendukung penjualan minyak ke Suriah,” kata pernyataan Departemen Kehakiman.

Seruan Amerika itu dikeluarkan satu hari setelah pemerintah Gibraltar membebaskan kapal Iran itu. Tidak jelas siapa yang akan melakukan penyitaan itu.

Surat perintah Amerika itu mengatakan, kapal Grace1, dengan seluruh minyak yang dibawanya dan uang sebesar 995 ribu dollar bisa disita karena melanggar “Undang-undang Darurat Kekuatan Ekonomi Internasional”.

Iran, sebagai pemilik kapal juga dituduh melakukan penipuan bank, pencucian uang dan kegiatan teroris.

Hari Jumat (16/8) pagi para pejabat Iran mengatakan kapal itu sudah siap akan berlayar meninggalkan Gibraltar. Wakil kepala Organisasi Pelabuhan Iran, Jalil Eslami mengatakan, kapal Grace1 itu akan diganti namanya dan menggunakan bendera Iran, sebelum berlayar.

Kantor berita AFP mengatakan kapal itu sedang menunggu kedatangan awak kapal yang baru sebelum meninggalkan Gibraltar. (ii)

Gedung Putih Isyaratkan Kemajuan Penting dalam Perundingan dengan Taliban

Gedung Putih hari Jumat (16/8) mengisyaratkan adanya kemajuan penting dalam usaha mencapai perdamaian dengan Taliban guna menghentikan perang yang telah berlangsung 18 tahun itu.

Kata juru bicara Gedung Putih, pembicaraan yang diadakan Presiden Trump dengan para pembantu utamanya berjalan “sangat baik,”

Trump bertemu dengan Menteri Pertahanan Mark Esper, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Ketua Kepala Staf gabungan, Jenderal Joseph Dunford di Bedminster, New Jersey, tempat peristirahatan Trump.

Juga hadir dalam pertemuan itu utusan khusus AS soal Afghanistan, Zalmay Khalilzad.

Pembicaraan dipusatkan pada perundingan yang sedang berjalan untuk mencapai perdamaian dan rekonsiliasi antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

“Pertemuan berjalan sangat baik dan perundingan dengan Taliban akan terus dilanjutkan,” kata wakil juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley.

Kalau dicapai perjanjian damai itu, Amerika akan bisa mulai menarik pasukannya dari Afghanistan, yang kini berjumlah 14 ribu orang.

Amerika telah menghabiskan dana lebih dari satu trilyun dolar dalam perang di Afghanistan, dan Trump mengatakan sejak menjadi Presiden bahwa ia akan menarik pulang pasukan itu. (ii)

Kapal Tanker Iran yang Dibebaskan Masih Berada di Gibraltar

Kapal supertanker Iran masih berada di pelabuhan Gibraltar walaupun telah dibebaskan oleh pemerintah setempat.

Tidak jelas kapan kapal Grace1 itu akan keluar dari pelabuhan. Kapten kapal yang berkebangsaan India mengatakan lewat pengacaranya ia tidak mau menjadi kapten kapal itu lagi.

Mahkamah Agung Gibraltar hari Kamis (15/8) mengatakan kapal itu dibebaskan dari tahanan, hanya beberapa saat setelah Amerika melancarkan usaha baru supaya kapal itu terus ditahan.

Penundaan itu bisa memungkinkan Amerika menggunakan tindakan hukum lain untuk mencegah kapal itu meninggalkan Gibraltar. Kapal Grace1 membawa 2,1 juta minyak mentah dari Iran, ketika direbut oleh pasukan khusus Inggris tanggal 4 Juli, karena dicurigai sedang membawa minyak untuk Suriah.

Hari Kamis pemerintah Gibraltar mengatakan telah mendapat jaminan dari Iran bahwa minyak itu tidak akan dikirim ke Suriah.

Pemerintah Iran, sebagai pembalasan, telah menahan kapal tanker Inggris Stena Impero tanggal 19 Juli, ketika kapal itu sedang belayar di Selat Hormuz. (ii)

Produk Indonesia Mencuri Perhatian Pameran NY NOW 2019

Produk Indonesia kembali mencuri perhatian di ajang pameran terbesar di Amerika bagian utara, NYNOW 2019, di kota New York. Selama empat hari pameran pada pertengahan Agustus ini, para pengusaha Indonesia berhasil mendapatkan pembeli atau agen penjualan yang akan menjual produk-produk mereka masuk kedalam pasar Amerika.

“Baru kali ini saya ikut pameran di NYNow, dan sudah langsung mendapatkan retail seller. Mudah-mudahan produk saya bisa langsung dijual di toko-toko disini”, kata Miral Meng, pengrajin perhiasan dan pemilik Semomondeezy Handmade dari Jakarta, kepada VOA.

Miral memproduksi berbagai perhiasan manik dengan desain yang sederhana dan seperti kancing, benang dan kain. Produk ini ternyata disukai oleh pengunjung yang sebagian besar adalah distributor produk, pemilik gerai dan toko serta pengusaha ekspor-impor produk-produk kriya.Pameran dagang produk kerajinan dan furniture ini diikuti oleh ribuan brand dan produk dari seluruh dunia.

Sementara desainer fesyen yang juga founder dari Batik Chic, Novita Yunus merasakan perbedaan pemeran kali ini dengan pameran NY NOW 2015 yang pernah diikutinya.

“Kita membawa koleksi-koleksi sustainable fashion, ada asesoris, tas, syal. Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan buyer”, kata Novita pemenang Kartini Award 2016 dan peraih beasiswa short course Australian Award untuk bidang Fashion di Queensland University.

“Baju desain saya menggunakan corak dan warna Indigo”, tambah Novita sambil menjelaskan produk-produk yang menarik perhatian buyers.

Tahun ini pameran NYNow diiikuti oleh sekitar 25.000 buyers, brand, retail dan perusahaan perdagangan dari seluruh dunia. Melalui ruang pameran Paviliun Indonesia, Indonesia menghadirkan delapan belas produk dengan berbagai variasi seperti perhiasan, batik, travel goods, fashion, batik hingga furniture serta home décor dari kayu, bambu, rotan.

Delapan belas pengrajin tersebut adalah Kayou (Banten), Indorisakti (Yogjakarta), Studio Dapur (Bandung), Kana Goods (Banten), Djalin (Bandung), Duanyam (Jakarta), Rengganis (Bandung), Sackai Bags (Jakarta), Satori Rattan (Cirebon), Bantal Cantik Alisya (Sumatera Selatan), Bahalap (Kalimantan Timur), Semomondeezy (Jakarta), Krema/Khalkote Permai (Papua), Nahdi Jewelry (Jakarta), Batik Chic (Jakarta), Nancy Craft (Jakarta), Kanipara (Bali), dan Galeri Batik Jawa (Yogjakarta). Kehadiran mereka didukung oleh KJRI New York, Badan ekonomi Kreatif (bekraf), Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia dan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta.

“Pasar home décor di Amerika merupakan pasar yang sangat besar dan menjanjikan bagi pengrajin/UKM Indonesia. Keikutsertaan Indonesia di NYNOW ini melalui proses pelatihan, kurasi dan persiapan yang cukup panjang selama 6 bulan sejak Februari 2019 dengan melibatkan konsultan AS”, kata acting Konsul Jenderal RI di New York, Yohannes Jatmiko saat ditemui VOA dilokasi pameran. Proses kurasi dan pelatihan ini dilakukan agar produk-produk Indonesia mampu bersaing dengan produk-produk lain di pasar Amerika.

Untuk keduakalinya dalam pameran NYNow, produk Indonesia kembali mendapatkan penghargaan sebagai The Best New Product (produk baru terbaik) untuk karya kerajinan furnitur Merapi Lounge Chair. Produk ini desain oleh Djalin, perusahaan furnitur rotan alami dan sintetis dari Bandung pimpinan Dimas Wibisono.

“Kemenangan ini memperlihatkan bahwa produk kerajinan Indonesia digemari di AS dan punya potensi besar untuk penetrasi pasar kriya AS dan global”, KJRI New dalam siaran persnya setelah pameran ditutup. (nr)