Atlet-atlet AS Tidak Sesalkan Protes di Pertandingan Pan Am

Atlet anggar peraih medali emas, Race Imboden, mengatakan dia tidak menyesal karena berlutut, bukannya berdiri, di depan bendera AS pada Pertandingan Pan American di Lima, Peru.

Imboden adalah salah satu dari dua atlet AS yang menghadapi sanksi dari Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS karena aksi protes mereka pada upacara penganugerahan medali.

Atlet lontar martil Amerika keturunan Afrika, Gwen Berry, mengepalkan tangan ketika lagu kebangsaan AS, “Star Spangled Banner”, dimainkan dalam upacara penganugerahan medali emas timnya, Sabtu (10/8).

Imboden mengatakan kepada stasiun TV CNN, Minggu (11/8), bahwa dua penembakan massal pekan lalu di El Paso dan Dayton ketika dia berada di Peru, adalah pemicu protesnya dalam upara penganugerahan medali, Jumat (9/8).

Berry mengatakan dia mengepalkan tangannya untuk memprotes ketidakadilan di AS dan “presiden yang membuat situasi lebih buruk.”

Trump belum mengomentari kedua protes itu. [vm/ft]

Petinju Rusia Maxim Dadashev meninggal Setelah Bertarung di AS

Petinju Rusia Maxim Dadashev meninggal akibat cedera yang diderita dalam pertarungan di Maryland, AS, demikian diumumkan federasi tinju Rusia hari Selasa.

Petinju usia 28 tahun itu menjalani operasi otak di Washington setelah pertandingan dalam tinju super ringan dengan Matias dari Puerto Rico hari Jumat (19/7) dihentikan pada ronde ke-11 oleh pelatihnya James “Buddy” McGirt.

Dadashev, yang dikenal sebagai “Mad Max,” tidak bisa berjalan ke ruang ganti dan segera dirawat di rumah sakit.

Ketua federasi tinju Rusia Umar Kremlev mengatakan kepada media Rusia bahwa jasad Dadashev akan dipulangkan ke rumah dan keluarganya akan menerima bantuan keuangan.

Dadashev mencatat rekor tak terkalahkan 13-0 dalam pertarungan tanpa gelar 140 pon.(ka/al)

Mengapa Tim Sepak Bola Putri AS Mendominasi Kancah Dunia?

Dalam 28 tahun sejak memenangkan Piala Dunia Sepak Bola Putri FIFA pertama, tim sepak bola putri Amerika telah mendominasi turnamen Piala Dunia, membawa pulang empat Piala Dunia sepakbola, termasuk gelar 2019 yang baru diraih bulan ini dengan kemenangan 2-0 atas tim putri Belanda.

Tim nasional sepak bola putra AS belum berhasil mendekati kesuksesan tim perempuan. Tim sepak bola putra AS bukan hanya belum pernah memenangkan Piala Dunia, mereka bahkan gagal lolos ke Piala Dunia 2018 lalu.

Untuk menyimpulkan mengapa tim sepak bola putri AS mendominasi di kancah dunia sementara prestasi tim sepakbola putra terus mengecewakan, mungkin kita harus melihat kembali ke awal, masa ketika para pemain kelas dunia masa depan – anak-anak perempuan dan laki-laki – pertama kali mulai menunjukkan minat pada atletik.

Negara-negara di dunia pada umumnya memandang olahraga sepak bola sebagai permainan maskulin yang sangat berorientasi pada laki-laki. Namun, berbeda dengan di Amerika, olahraga yang lebih tradisional seperti baseball, bola basket, dan sepak bola Amerika (football) lebih cenderung dipandang sebagai cabang olahraga yang lebih “macho” atau jantan.

Jadi, anak laki-laki Amerika lebih cenderung bermain dalam olahraga yang menunjukkan kejantanan seperti football Amerika, sehingga soccer atau yang dikenal sebagai sepak bola di seluruh dunia itu, sangat populer atau disukai di kalangan anak-anak perempuan AS. [ps/pp]

OCN 28599541 – Anti-Semitism

Juara Tinju Spanyol Berjuang untuk Hak-Hak Perempuan

Pernah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga saat hamil dan kini menjadi seorang ibu dari dua anak, Miriam Gutierrez adalah seorang juara tinju Spanyol sekaligus pejabat yang memiliki tujuan mengalahkan mereka yang menantang hak-hak perempuan.

Pada Maret 2019, tepatnya di sebuah kasino sebelah utara Madrid, petinju Miriam Gutierrez kembali memenangkan pertandingan lain dalam hidupnya yang penuh pertarungan.

Hamil pada usia dua puluh satu, pasangan Gutierrez ketika itu memukulinya begitu keras hingga melahirkan secara prematur.

Gutierrez, juara tinju kelas ringan Eropa yang juga anggota dewan kota Torroejon de Ardoz itu mengemukakan,”Saya hamil delapan bulan, akan segera melahirkan. Dia memukul wajah saya begitu kerasnya hingga beberapa tulang patah dan saya terjatuh. Hal pertama yang muncul di benak saya sebagai orang yang akan menjadi seorang ibu adalah: Apakah jantung bayi perempuan saya masih berdetak?,” kata Miriam Gutierrez.

Putrinya lahir dengan jantung yang masih berdetak. Pelatih tinju Gutierrez kemudian menyarankannya agar memusatkan perhatian pada keluarga dan berjuang keluar dari masa-masa sulit. Miriam lebih jauh memaparkan, “Ia mengambil putri saya dan memberitahu bahwa yang harus saya lakukan adalah berganti baju, mengenakan sarung tinju, dan mulai berlatih. Itu tiga belas tahun lalu”

Dalam tiga belas tahun itu, Gutierrez, yang pelindung mulutnya diukir tagar “genderviolence” atau kekerasan gender, menjadi juara tinju Eropa, seorang anggota dewan kota di pinggiran Madrid, dan seorang pembicara yang memberi motivasi.

Menjadi seorang panutan, bagi Gutierrez, masih terasa tidak nyata.

Sebagai pendatang baru dalam politik yang oleh rekan-rekan berlatihnya dijuluki ‘Sang Ratu,’ Gutierrez berencana untuk memperjuangkan hak-hak perempuan di kantor sambil terus berjuang untuk merebut gelar juara tinju dunia. [mg/uh]

AS Lolos ke Perempat Final Piala Dunia Putri FIFA 2019

Tim sepak bola putri Amerika Serikat berhasil lolos dari ujian yang diberikan timnas Spanyol dan melaju ke perempat final Piala Dunia Putri FIFA 2019, kantor berita Associated Press melaporkan.

Menghadapi Spanyol yang bermain agresif dan fisik, timnas AS sering dibuat kebingungan. Namun akhirnya bisa memenangi pertandingan pada Senin (24/6) malam.

Adalah Megan Rapinoe yang menjadi penentu kemenangan AS. Rapinoe menyarangkan dua tendangan penalti yang mengantar AS ke perempat final.

Laga sempat terkunci imbang 1-1 hingga penalti kedua dari Rapinoe membuat juara bertahan unggul pada menit ke-75.

“Menurut saya, sejujurnya, kami menunjukkan banyak pengalaman dan gertakan dalam laga ini,” kata Rapinoe.

“Tentunya ketika kami memasuki babak gugur, akan lebih stres karena lebih banyak tekanan dan laga juga akan lebih intens. Setiap tim akan meningkatan permainan,” tambahnya.

AS, juara Piala Dunia Putri tiga kali, akan bersua dengan Perancis di perempat final dalam laga yang dijadwalkan Jumat (28/6) di Paris.

Perancis lolos ke perempat final setelah mengalahkan Brazil 2-1 dalam perpanjangan waktu pada Minggu (23/6) mlam. Amandine menyarangkan gol kemenangan pada menit ke-107.

Selain Perancis dan AS, tim lain yang lolos ke perempat final adalah Italia. Dipimpin oleh pemain penyerang Barbara Bonansea, Italia tampil cemerlang setelah absen dari turnamen selama 20 tahun. Italia akan menghadapi China di Montpellier.[ft]