AS Resmi Larang Huawei Ikut Kontrak Pengadaan Pemerintah 

Pemerintah Amerika, Rabu (7/8), mengeluarkan peraturan yang resmi melarang raksasa teknologi China Huawei dan sejumlah perusahaan China lainnya ikut dalam kontrak pembelian oleh badan-badan pemerintah federal.

Peraturan itu melarang semua badan federal Amerika membeli peralatan telekomunikasi dan teknologi dari berbagai perusahaan itu, mulai 13 Agustus.

Pengecualian dari peraturan itu bisa diberikan “dalam keadaan tertentu” oleh kepala badan federal yang bersangkutan dan bisa berlaku selama dua tahun, atau dalam kasus-kasus lain oleh direktur Intelijen Nasional.

Huawei mengatakan akan mengajukan gugatan hukum lewat pengadilan tentang keabsahan keputusan itu.

Kata Huawei dalam pernyataan, “peraturan itu tidak akan menjamin perlindungan bagi jaringan atau sistem telekomunikasi Amerika, dan hanya merupakan hambatan perdagangan yang didasarkan pada negara pembuatnya. Ini adalah tindakan hukuman tanpa adanya bukti kesalahan apapun, kata Huawei.

Peraturan baru itu adalah bagian dari usaha presiden trump untuk membatasi kegiatan Huawei di Amerika, yang menurut para pejabat, punya hubungan dekat dengan dinas intelijen China. [ii/ft]

Masalah Komputer pada British Airways, Banyak Penerbangan Dibatalkan di London

British Airways (BA) membatalkan hampir 100 penerbangan ke dan dari bandara London pada hari Rabu (7/8) setelah sistem check-in-nya dilanda masalah komputer.

Maskapai penerbangan itu mengatakan “masalah sistem” menyebabkan penundaan dan pembatalan penerbangan jarak pendek dari bandara Heathrow, Gatwick dan London City.

British Airways mengatakan pihaknya mengandalkan sistem cadangan dan manual, dan membatalkan 81 penerbangan yang beroperasi ke, atau dari Heathrow, dan 10 penerbangan Gatwick, yang menelantarkan sekitar 15.000 penumpang. Lebih dari 200 penerbangan lainnya tertunda.

“Sejumlah penerbangan terus beroperasi tetapi kami menyarankan pelanggan untuk mengunjungi situs ba.com guna memperoleh informasi penerbangan terbaru sebelum datang ke bandara,” kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan.

BA mengatakan penumpang jarak pendek yang akan melakukan perjalanan Rabu bisa memesan ulang untuk hari berikutnya. Pada bulan Mei 2017, puluhan ribu penumpang terlantar ketika kegagalan komputer global menyebabkan ratusan penerbangan British Airways tidak beroperasi selama tiga hari.(my/jm)

Rentan Serangan Siber, Mobil yang Terhubung Internet Bisa Akibatkan Kematian

Kelompok advokasi konsumen memperingatkan bahwa mobil-mobil baru sangat rentan pada serangan siber, yang biasa mengakibatkan kematian ribuan orang.

Laporan baru berjudul “Mengapa mobil-mobil yang saling terhubung (lewat internet) bisa menjadi mesin pembunuh dan bagaimana menghindarinya,” dibuat oleh kelompok konsumen yang berkantor di Los Angeles. Katanya, mobil-mobil baru yang semakin mengandalkan hubungan lewat internet bisa menjadi ancaman keamanan nasional yang baru.

“Masalahnya adalah, sistem kontrol kendaraan tersambung lewat internet tanpa adanya sistem pengaman yang bisa dengan segera memutuskan hubungan itu kalau terjadi serangan siber secara massal,” kata laporan itu.

Laporan itu mengatakan, para eksekutif perusahaan mobil sadar akan adanya risiko itu, tapi berkeras menggunakan teknologi itu dalam mobil-mobil baru, demi keuntungan perusahaan meski membahayakan keselamatan konsumen.

Laporan itu disusun setelah diadakan studi selama lima bulan dengan bantuan lebih dari 20 whistleblower atau “pelapor pelanggaran” dari dalam industri mobil.

Kelompok pakar industri mobil dan lainnya memperkirakan 3.000 orang bisa tewas karena kecelakaan kalau terjadi serangan siber pada jam-jam sibuk.

“Kita kini bisa mengontrol berbagai fungsi dalam mobil lewat ponsel pintar, seperti menghidupkan mesin, menjalankan sistem pendingin udara dan lain-lain,” kata seorang pelapor pelanggaran yang tidak disebutkan namanya.

“Kalau kita bisa melakukan semua itu lewat ponsel pintar, orang lain juga bisa melakukannya lewat internet,” tambahnya lagi.

“Para pembuat mobil Amerika harus menghentikan praktik itu dan Kongres harus turun tangan untuk melindungi jaringan transportasi serta keselamatan kita,” kata Jamie Court ketua badan konsumen Consumer Watchdog. [ii/pp]

Habitat Ruang Futuristis Pecahkan Masalah Perjalanan Luar Angkasa Manusia

Lima puluh tahun lalu, manusia pertama mendarat di bulan. Banyak insinyur dan ilmuwan telah memikirkan apa yang mungkin terjadi dalam 50 tahun ke depan dalam perjalanan antariksa. Itulah inti Program Innovative Advanced Concepts (NIAC) NASA.

Program ini menyediakan dana untuk menumbuhkan ide-ide yang dapat merevolusi misi antariksa pada masa depan. Satu ide yang didanai NASA adalah habitat antariksa yang memecahkan masalah yang terjadi pada perjalanan antariksa jangka panjang.

Dalam dunia fiksi ilmiah, pembuat film telah menciptakan visi yang berbeda tentang seperti apa bentuk pesawat antariksa dari Bumi. Dengan lebih mendasarkan pada teknik kedirgantaraan, ini adalah sebuah model tentang bagaimana bentuk pesawat ini, tidak semata-sama pesawat namun habitat yang dapat menopang kehidupan dalam waktu lama. Robert Skelton adalah profesor teknik kedirgantaraan pada Texas A&M University.

“Idenya adalah membuat fasilitas penelitian sehingga anda dapat memodifikasi berbagai hal pada saat bersamaan. Pada awalnya ini mungkin hanya tujuan wisata,” paparnya.

Namun tujuan utama dari habitat antariksa seperti ini, kata Skelton, adalah memecahkan masalah yang dihadapi astronot sejak manusia pertama pergi ke antariksa hampir 60 tahun lalu.

Habitat yang diusulkan Skelton tidak hanya berputar untuk menciptakan gravitasi, tetapi juga menyediakan perlindungan radiasi dan ketahanan pangan dan kemungkinan menumbuhkan sumber pangan. Habitat antariksa ini dirancang dengan konsep tensegrity. Kata tensegrity adalah kombinasi dari kata tekanan (atau tensi) dan integritas selayaknya ketika tubuh bergerak dengan otot dan tulang yang saling menguatkan. Skelton mengatakan habitat yang diusulkannya akan dimulai dari skala kecil dan sisanya akan dibangun di antariksa dengan menggunakan banyak bahan di luar Bumi.

“Kami ingin merancang robot yang dapat membangun struktur tensegrity di antariksa dengan menggunakan bahan dari antariksa, regolith dari bulan atau regolith dari asteroid,” tambah Skelton.

Regolith adalah lapisan bahan seperti batu atau debu yang berada di atas lapisan bebatuan di asteroid atau bulan. Skelton menyatakan habitat ini awalnya bisa berada dalam orbit yang bergerak dari Bumi ke bulan seperti angka delapan, untuk “menambang” di bulan dan mendapatkan pasokan dari Bumi.

Setelah terbangun, Skelton membayangkan pohon, binatang, danau dan kolam dan area untuk menanam tanaman pangan.

Pada skala penuh, akan ada ruang untuk 8.000 orang. Skelton mengatakan ruang tersebut seharusnya tidak semata-mata tersedia bagi astronot dengan kondisi fisik terbaik.

Skelton mengatakan kesimpulan dari proyek ini berakhir dengan laporan ke NASA. Dia mengatakan jika ada langkah lanjutan, itu adalah membangun struktur dan sampel untuk menguji bahan-bahan yang dapat digunakan di habitat antariksa ini. [pd/ka]

Jutaan Orang ‘Ngotot’ Pendaratan di Bulan 1969 Adalah Hoaks

Meskipun ada begitu banyak bukti, sampel debu dan batu, video televisi, dan ratusan ribu orang yang terlibat, sejumlah jajak pendapat menunjukkan 6 persen warga AS meyakini para astronot Apollo 11 tidak pernah mendarat di Bulan.

Para pembuat teori konspirasi terus berkeras bahwa misi 50 tahun lalu itu merupakan hoaks yang tersusun rapi, diproduksi di area pengujian senjata Angkatan Udara ‘Area 51’ di Nevada atau dalam sebuah film Hollywood yang diarahkan sutradara legendaris Stanley Kubrick.

Rumor-rumor tersebut pertama kali mengemuka setahun setelah pendaratan di bulan itu, ketika Perang Vietnam mendorong jutaan rakyat AS mempertanyakan pemerintah mereka.

Sebuah jajak pendapat pada Juli 1970 mendapati 30 persen warga AS menyatakan misi Apollo 11 palsu. Angka itu tetap tinggi pada tahun 70-an, ketika beberapa buku diterbitkan dan sebuah film pada 1978 mengenai misi rekayasa ke Mars,  Capricorn One, meyakinkan banyak orang bahwa pendaratan di Bulan juga merupakan sebuah peristiwa yang dibuat-buat.

Seorang astronot yang benar-benar berjalan di Bulan pada 1969 tidak menoleransi mereka yang menyebutnya ‘kebohongan besar.’ Ketika seorang pembuat teori konspirasi menantang Buzz Aldrin dan menyebutnya seorang pembohong, Aldrin menonjok wajahnya. [vm/ft]